Rabu, 11 Januari 2012

Nilai Kehidupan_Intropeksi

"Hanya karna seseorang tidak mengungkapkan rasa sayang sesuai cara yang kamu inginkan, bukan berarti mereka tidak mencintaimu sepenuh hati"

nilai kehidupan_intropeksi

"mungkin ap yang dilakukan oleh orang tuamu tidak sesuai dengan ap yang kamu harapkan, tapi percayalah bahwa mereka selalu mengusahakan yang terbaik untuk mu"

bakat berbeda

setiap anak adalah istimewa dan memiliki bakat yang berbeda

arti kehidupan

Manusia diciptakan dengan sempurna, maka hidupnya harus bernilai. Apa nilai-nilai kehidupan yang telah kuberikan? * Harimau mati meninggalkan tulang dan manusia mati meninggalkan nama. Begitu peribahasa yang sering aku baca dan dengar sejak dulu. Nama dalam hal ini adalah berhubungan dengan nama baik atau nama buruk. Semua itu tentu berhubungan dengan nilai-nilai kehidupan yang telah diberikan selama hidup. Baik atau buruk semua tergantung sedari masih hidup. Bila menjalani hidup ini sesuai hakekat kehidupan dan ajaran agama, tentulah akan bisa meninggalkan nilai yang baik dan berguna. Tetapi bila hanya menjalani hidup ini sekadarnya dan semaunya serta tidak mengindahkan ajaran agama, tentulah sulit bisa meninggalkan nilai hidup yang baik, yang ada adalah sia-sia. Pada hakekatnya hidupku mestilah ada nilai-nilai luhur kebaikan yang bisa kuberikan. Menjadikan aku sebagai manusia yang berarti dan berguna bagi sesama. Bisa memberikan keuntungan bukannya kerugian. Apakah warisan bernilai yang bisa kutinggalkan bagi kehidupan ini ketika ajal menjemput? Sudahkah hidupku membawa manfaat bagi orang lain selama in? Itulah yang harus kupikirkan, kutanyakan, dan kurenungkan mulai saat ini sebelum saat itu tiba. Seekor ayam, bebek atau sapi setelah mati saja bernilai untuk dinikmati dagingnya. Bukankah aku harus lebih bernilai lagi dari seekor binatang? Bukan mati dengan kesia-siaan dan tanpa ada nilai sama sekali. Apakah nilai-nilai kehidupan yang bisa kulakukan? Saling menolong, peduli, dan mengasihi sesama, itulah pengajaran kebaikan universal. Melakukan kebaikan sesuai nurani. Selalu mengikat jodoh baik dengan semua makhluk. Mengulurkan tangan untuk meringankan beban orang yang membutuhkan. Memberikan penghiburan bagi yang kesusahan. Bahkan sebuah senyuman tulus bisa bernilai membangkitkan kelesuan bagi yang sedang dalam penderitaan. Sebenarnya masih banyak kebaikan yang bisa kulakukan agar menjadikan hidup ini bernilai. Selalu mendoakan dan berpengharapan demi kebaikan dan kebahagiaan orang lain, tiada alasan untuk tak bisa kulakukan. Memberikan motivasi bagi yang sedang dalam kelesuan tak kalah bernilainya. Membangkitkan bagi yang sedang dalam kejatuhan pun bisa bernilai. Menunjukkan jalan yang benar bagi yang dalam kesesatan pasti bisa menjadikan hidup ini bernilai. Menjadikan hidup ini bernilai dengan perbuatan, bukan dengan selalu menilai nilai-nilai kehidupan orang lain, pastilah akan meninggalkan nilai yang lebih berarti bagiku. Semoga kesadaran ini menjadikan aku mulai menciptakan nilai-nilai kehidupan atas waktu yang masih tersisa ini.
Alkisah, ada seorang pemuda yang hidup sebatang kara. Pendidikan rendah, hidup dari bekerja sebagai buruh tani milik tuan tanah yang kaya raya. Walapun hidupnya sederhana tetapi sesungguhnya dia bisa melewati kesehariannya dengan baik.

Pada suatu ketika, si pemuda merasa jenuh dengan kehidupannya. Dia tidak mengerti, untuk apa sebenarnya hidup di dunia ini. Setiap hari bekerja di ladang orang demi sesuap nasi. Hanya sekadar melewati hari untuk menunggu kapan akan mati. Pemuda itu merasa hampa, putus asa, dan tidak memiliki arti.

"Daripada tidak tahu hidup untuk apa dan hanya menunggu mati, lebih baik aku mengakhiri saja kehidupan ini," katanya dalam hati. Disiapkannya seutas tali dan dia berniat menggantung diri di sebatang pohon.

Pohon yang dituju, saat melihat gelagat seperti itu, tiba-tiba menyela lembut. "Anak muda yang tampan dan baik hati, tolong jangan menggantung diri di dahanku yang telah berumur ini. Sayang, bila dia patah. Padahal setiap pagi ada banyak burung yang hinggap di situ, bernyanyi riang untuk menghibur siapapun yang berada di sekitar sini."

Dengan bersungut-sungut, si pemuda pergi melanjutkan memilih pohon yang lain, tidak jauh dari situ. Saat bersiap-siap, kembali terdengar suara lirih si pohon, "Hai anak muda. Kamu lihat di atas sini, ada sarang tawon yang sedang dikerjakan oleh begitu banyak lebah dengan tekun dan rajin. Jika kamu mau bunuh diri, silakan pindah ke tempat lain. Kasihanilah lebah dan manusia yang telah bekerja keras tetapi tidak dapat menikmati hasilnya."

Sekali lagi, tanpa menjawab sepatah kata pun, si pemuda berjalan mencari pohon yang lain. Kata yang didengarpun tidak jauh berbeda, "Anak muda, karena rindangnya daunku, banyak dimanfaatkan oleh manusia dan hewan untuk sekadar beristirahat atau berteduh di bawah dedaunanku. Tolong jangan mati di sini."

Setelah pohon yang ketiga kalinya, si pemuda termenung dan berpikir, "Bahkan sebatang pohonpun begitu menghargai kehidupan ini. Mereka menyayangi dirinya sendiri agar tidak patah, tidak terusik, dan tetap rindang untuk bisa melindungi alam dan bermanfaat bagi makhluk lain".

Segera timbul kesadaran baru. "Aku manusia; masih muda, kuat, dan sehat. Tidak pantas aku melenyapkan kehidupanku sendiri. Mulai sekarang, aku harus punya cita-cita dan akan bekerja dengan baik untuk bisa pula bermanfaat bagi makhluk lain".

Si pemuda pun pulang ke rumahnya dengan penuh semangat dan perasaan lega.

Teman-teman yang luar biasa,

Kalau kita mengisi kehidupan ini dengan menggerutu, mengeluh, dan pesimis, tentu kita menjalani hidup ini (dengan) terasa terbeban dan saat tidak mampu lagi menahan akan memungkinkan kita mengambil jalan pintas yaitu bunuh diri.

Sebaliknya, kalau kita mampu menyadari sebenarnya kehidupan ini begitu indah dan menggairahkan, tentu kita akan menghargai kehidupan ini. Kita akan mengisi kehidupan kita, setiap hari penuh dengan optimisme, penuh harapan dan cita-cita yang diperjuangkan, serta mampu bergaul dengan manusia-manusia lainnya.

Maka, jangan melayani perasaan negatif. Usir segera. Biasakan memelihara pikiran positif, sikap positif, dan tindakan positif. Dengan demikian kita akan menjalani kehidupan ini penuh dengan syukur, semangat, dan sukses luar biasa!

Salam sukses luar biasa!!!